Jumat, 07 April 2017

13 PESONA WISATA ALAM DI SUKABUMI YANG MEMUKAU

1. Situ Sukarame

Situ Sukarame merupakan danau alami yang terletak di kaki Gunung Salak. Lokasinya berada di Kecamatan Parakansalak, Sukabumi. Tempat wisata di Sukabumi yang satu ini memiliki panorama alam yang begitu indah.
situ sukarame - tempat wisata di sukabumi
source: hilmanseptiawan.wordpress.com
Dengan dikelilingi hutan heterogen yang ditumbuhi pohon pinus dan damar juga terdapat hamparan kebun teh yang menjadikan pemandangannya semakin eksotis. Udara yang sejuk dan segar semakin menambah menarik tempat wisata ini.

2. Situ Gunung

Jika Situ Sukarame terdapat di kaki Gunung Salak, maka Situ Gunung terletak di kaki Gunung Pangrango. Sebagai danau alami, Situ Gunung juga menyajikan keindahan alam yang memukau. Tempat wisata di Sukabumi ini salah satu tempat wisata yang paling populer dan favorit di kalangan fotografer Indonesia.
situ gunung sukabumi
source:thesaintdevil.deviantart.com
Maklum saja, karena panorama alam yang tersaji memang patut diacungi jempol. Tak hanya memanjakan mata, Situ Gunung juga memberikan kesejukan dan kesegaran alami yang pas untuk refreshing dan menghilangkan penat dari segala rutinitas pekerjaan. Tempat wisata ini terletak di Kecamatan Kadu Dampit, yang berjarak kurang lebih 16 km dari Kota Sukabumi.

3. Kawah Ratu Gunung Salak

Dari namanya jelas bahwa tempat wisata di Sukabumi ini berhubungan dengan vulkanis. Benar saja, Kawah Ratu merupakan kawah aktif yang mengeluarkan uap panas. Memang, tempat wisata ini kurang cocok sebagai destinasi wisata keluarga, karena cukup berisiko apalagi bagi anak-anak. Meski demikian, bukan berarti keindahan Kawah Ratu yang terletak di lereng Gunung Salak ini menjadi sia-sia.
kawah ratu gunung salak
Tempat wisata di Sukabumi ini menjadi objek wisata favorit bagi para pecinta alam yang senang mendaki gunung. Untuk bisa menikmati keindahan kawah ini, pengunjung harus menempuh perjalanan yang cukup pelik, di mana harus melewati jalan setapak yang terjal dan berliku kurang lebih selama 3 jam. Namun, segala rintangan yang ditempuh selama perjalanan akan terbayar dengan keindahan kawah saat berhasil mencapainya.

4. Curug Sawer Sukabumi

Destinasi tempat wisata di Sukabumi yang menarik lainnya adalah Curug Sawer sukabumi. Air terjun tunggal dengan ketinggian kurang lebih 30 meter ini terletak di kawasan wisata Situ Gunung.
curug sawer sukabumi
source: jelajahsukabumi.com
Tak hanya bisa menikmati air pegunungan yang jernih dan menyegarkan, pengunjung juga bisa memuaskan mata dengan memandang panorama air terjun yang asri.

5. Taman Rekreasi Selabintana

Tak ingin jauh-jauh dari pusat Kota Sukabumi? Anda bisa mengunjungi Taman Rekreasi Selabintana. Tempat wisata di Sukabumi ini terletak di bagian utara Kota Sukabumi yang berjarak sekitar 7 km dari pusat kota. Objek yang disuguhkan tak kalah menarik dengan tempat-tempat wisata lainnya. Di sini terdapat hamparan rumput hijau yang luas dan bersih begitu indah dan menyejukkan.
taman rekreasi selabintana
source: www.hotelselabintana.com
Tempat wisata ini menjadi favorit banyak keluarga untuk mengisi liburan akhir pekan bahkan ketika libur panjang. Areal taman yang luas memungkinkan untuk bersantai sambil rebahan di rumput menikmati suasana yang tenang dan asri.
Asyiknya, di Taman Rekreasi Selabintana ini dilengkapi dengan beragam fasilitas yang makin menambah kepuasan pengunjung. Sebut saja kolam renang, playground, lokasi kemah, penginapan, perkebunan teh, hutan lindung, area parkir yang aman dan luas, mushola, toilet, permainan ATV, flying fox, dan lainnya.

6. Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh merupakan tempat wisata di Sukabumi yang memiliki pesona luar biasa. Tempat wisata ini menyuguhkan paket keindahan alam yang mempesona. Mengapa disebut paket? Geopark Ciletuh menawarkan panorama pegunungan, pantai, bukit, air terjun, dan juga bebatuan purba yang sungguh memikat mata dan hati.
source: http://siloka.com/surga-itu-bernama-cileutuh-geopark-1.html
source: http://siloka.com/surga-itu-bernama-cileutuh-geopark-1.html
Berada di Kecamatan Ciemas, tempat wisata ini dapat ditempuh sekitar 5 jam dari pusat Kota Sukabumi.
Selain paket panorama alam yang lengkap, tempat wisata di Sukabumi ini juga memiliki keunikan terkait dengan beradaan air terjunnya. Ya, di sini tak hanya satu air terjun yang bisa dinikmati keindahannya, tetapi ada 4 yaitu Curug Cimarinjung, Cikanteh, Ngelay, dan Puncak Manik.

7. Wanawisata Cipelang

Tempat wisata di Sukabumi lainnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Wanawisata Cipelang. Letaknya berada di desa Gunung Pangrango. Hutan seluas 3 hektar ini menyuguhkan panorama alam yang menarik untuk dieksplorasi.
wanawisata cipelang
Sebagai wisata hutan, pengelolaan Wanawisata Cipelang berada di bawah RPH Bacang BKPH Gede Sukabumi.

8. Kampung Ciptagelar

Saat ini banyak desa atau perkampungan unik di berbagai daerah yang diangkat sebagai objek wisata. Di Sukabumi pun ada, yaitu Kampung Ciptagelar. Sebenarnya tempat wisata di Sukabumi ini bukanlah objek wisata baru. Keunikan budaya yang berlangsung turun-temurun menjadikan kampung ini sebagai destinasi wisata di Sukabumi yang menarik untuk dikunjungi.
kampung adat ciptagelar
source: http://kalangkangmencrang.blogspot.co.id/2015/07/wisata-kampung-adat-ciptagelar.html
Terletak di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Kampung Ciptagelar telah menjaga dan melestarikan budaya setempat selama kurang lebih 650 tahun. Sayangnya, tempat wisata di Sukabumi yang satu ini cukup sulit diakses.

9. Goa Buniayu

Sukabumi tak hanya menyimpan potensi wisata alam pegunungan saja, tetapi juga perut bumi. Adalah Goa Buniayu sebagai tempat wisata di Sukabumi yang patut ditaklukkan. Tak seperti taman rekreasi, Goa Buniayu kurang sesuai dengan destinasi wisata keluarga, karena memang medannya cukup rumit dan tentunya bukan playground yang aman untuk anak-anak. Tempat wisata ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta petualangan.
goa buniayu sukabumi
source:http://lemon-moment.blogspot.co.id/2014/06/sepenggal-kisah-dari-buniayu-part-i.html
Goa Buniayu menyuguhkan lorong yang terjal dengan fosil-fosil koral laut pada dindingnya. Untuk menyusuri goa ini, dibutuhkan stamina fisik yang kuat karena sekali lagi medannya cukup sulit, yang bukan berupa jalan lurus saja, tetapi harus melalui danau lumpur. Selain itu, pengunjung juga harus sigap dan berhati-hati dalam memanjat tebing, melewati tumpukan batu, dan lainnya. Berpetualang di tempat wisata ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Agar lebih aman, disarankan menggunakan jasa pemandu yang lebih menguasai medan di dalam goa.

10. Sungai Citarik

Jangan meremehkan sungai yang satu ini. Sungai Citarik merupakan tempat wisata dengan pesona yang tak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya. Meski demikian, Sungai Citarik memiliki keunikan tersendiri. Andalan dari tempat wisata ini adalah arus sungai yang cukup deras sehingga bisa digunakan untuk arung jeram.
sungai citarik sukabumi
source:http://damarapri.blogspot.co.id/2012/03/rafting-di-sungai-citarik-arus-liar.html
Selain itu, terdapat pula fasilitas lain yang tak kalah menarik seperti flying fox, team building, paint ball, dan lain sebagainya. Sungai Citarik biasanya digunakan untuk kegiatan outbound perusahaan, karena segala jenis fasilitas yang tersedia bersifat membangun kerja sama tim.

11. Sungai Cicatih

Serupa tapi tak sama. Ungkapan ini pas untuk menggambarkan Sungai Cicatih dengan Citarik. Sebagai salah satu tempat wisata di Sukabumi, Sungai Cicatih juga menawarkan pesona alam yang mendebarkan. Fasilitas andalan dari tempat wisata ini juga arung jeram. Namun perlu diketahui bahwa karakter dari Sungai Cicatih dengan Citarik sangatlah berbeda.
sungai cicatih sukabumi
source:http://denimulyanasasmita.blogspot.co.id/2014/04/sungai-cicatih-sukabumi-arung-jeram.html
Sungai Cicatih ‘lebih garang’ karena arusnya lebih deras, ukuran sungai lebih lebar, dan jalur permainan arung jeram lebih panjang, sehingga lebih menantang.

12. Pantai Cimaja

Siapa bilang surfing hanya bisa dilakukan di Bali? Di Sukabumi juga bisa. Pantai Cimaja merupakan tempat wisata di Sukabumi yang menawarkan keindahan alam pantai dengan sajian ombak pantai selatan yang terkenal ‘keganasannya’.
pantai cimaja sukabumi
source:http://matabelo-ngakak.blogspot.co.id/2015/08/indahnya-pantai-cimaja-di-sukabumi.html
Meski demikian, ombak di Pantai Cimaja ini cukup bersahabat. Para pecinta surfing pastilah sudah mengenal tempat wisata yang satu ini.

13. Pantai Cibangban

Tempat wisata di Sukabumi lainnya yang tak kalah mempesona adalah Pantai Cibangban. Namun, pantai ini memiliki karakter yang berbeda dengan Pantai Cimaja. Ombak di Pantai Cibangban tidak terlalu besar sehingga aman untuk bermain bagi anak-anak. Selain bermain ombak, pengunjung pantai ini juga bisa bermain pasir.
pantai cibangban sukabumi
Sukabumi terbukti memiliki pesona alam yang mengagumkan. Hal ini direpresentasikan oleh tempat-tempat wisata di kawasan ini yang sebagian besar menyuguhkan panorama alam yang indah dan asri. Sangat disayangkan jika tempat-tempat wisata di Sukabumi ini tidak masuk dalam daftar destinasi wisata Anda.

14 WISATA ALAM HITS BANJARMASIN

1. Yuk, Bersantai Dulu di Pantai Joras


Pantai Joras, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, foto dari @evanfr

Pantai Joras terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Di tempat ini, kamu bisa sejenak bersantai, menikmati hamparan pasir pantai yang cukup luas, atau melihat keindahan Pantai Joras dari ketinggian menara mercusuar. Tapi, buat kamu yang ingin melihat pantai ini dari ketinggian mercusuar, kami sarankan agar kamu lebih berhati-hati. Soalnya, menara mercusuar ini tidak dilengkapi pelindung/ pengaman tubuh yang cukup memadahi. Dan jikalau kamu takut ketinggian, lebih baik kamu gak usah coba-coba, deh. Soalnya bahaya banget. Nah, untuk biaya masuknya, dibandrol dengan harga Rp. 8000,00/ orang. Masih ditambah lagi dengan biaya parkir sebesar Rp. 3000,00/ motor dan Rp. 5000,00/ mobil.

2. Geser Dikit Yuk ke Pantai Sungai Pampan


Pantai Sungai Pampan Kecamatan Jorong Pelaihari, foto dari @langitfajar_

Pantai Sungai Pampan sebenarnya masih satu garis dengan Pantai Joras. Akan tetapi, karena pihak pengelolanya berbeda, maka kedua pantai ini pun mempunyai nama yang berbeda pula. Nah, kalau kamu mau ke sini, lebih baik kamu menitipkan kendaraanmu ke salah satu tempat parkir yang ada di Pantai Sungai Pampan atau Pantai Joras. Ingat, pilih salah satu saja! Kalau kamu pengin pindah suasana, kamu tinggal jalan aja, deh. Biar gak terlalu mahal diongkos, Genks. Oke? Ohya, harga biaya masuknya masih sama, kok. Makanya kamu tinggal pilih salah satu aja.

3. Main-Main Sama Monyet Imut di Pulau Kembang


Pulau Kembang, Banjarmasin, foto dari @travelmate_reza

Sebenarnya, Pulau Kembang merupakan sebuah delta yang terletak di tengah Sungai Barito. Tepatnya berada di Pulau Alalak, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Uniknya, tempat wisata ini menjadi habitat monyet dan beberapa jenis burung. Menurut warga sekitar, di pulau ini juga terdapat seekor monyet besar yang merupakan raja monyet. Makanya, jangan pernah mengganggu monyet-monyet yang ada di sini kalau tak ingin berurusan dengan Si Raja Monyet! Hehehe. Ohya, kami sarankan lagi, agar kamu lebih berhati-hati dan menjaga barang bawaanmu, ya. Meskipun monyet-monyet ini terlihat lucu dan menggemaskan, tapi mereka juga sering usil. Jadi, sebaiknya kamu lebih berwaspada, Genks!

4. Berikutnya, Masih Ada Pulau Birah-Birahan yang Cocok Buat Snorkeling


Pulau Birah-Birahan, Kotabaru, Kalimantan Selatan, foto dari @batu.betina

Untuk mengunjungi pulau ini, pertama-tama kamu harus menuju Dermaga Kenyamukan. Setelah itu, lanjutkanlah perjalananmu dengan menyewa perahu nelayan. Harga sewanya berkisar antara Rp. 500.000,00 – Rp. 800.000,00/ perahu (maksimal 25 orang). Ohya, tarif tersebut hanya untuk menyewa satu perahu penuh, ya. Kalau kamu ingin bareng-bareng dengan wisatawan lain, tentu harganya akan berbeda dan lebih murah. Perjalanan dari Dermaga Kenyamukan sampai ke Pulau Birah-Birahan, Kabupaten Kotabaru, membutuhkan waktu sekiranya 8 jam perjalanan. Jika kamu beruntung, kamu juga bisa menjumpai kawanan lumba-lumba saat menyeberangi lautan tersebut.
Nah, sesampainya di pulau ini, kamu akan mendapati tiga zona pantai sekaligus. Yang pertama adalah zona terumbu karang; kedua adalah zona pantai tebing batu; dan yang ketiga adalah zona pantai penuh ganggang. Untuk zona pantai penuh ganggang sebenarnya kurang bagus untuk berenang, karena banyak tanaman air, ikan kecil, anak hiu dan anak ikan pari. Oleh karena itu, zona ini lebih cocok buat kamu yang punya hobi memancing. Eits, tapi jangan khawatir dulu, Genks. Di sini juga ada spot buat snorkeling, kok. Coba aja deh kamu sambangi zona pantai terumbu karang. Pasti kamu gak akan nyesel, deh. Tapi sayangnya, kamu harus membawa peralatanmu sendiri, Genks. Soalnya, di sini belum ada yang menyewakan peralatan tersebut.

5. Sambangi Juga Pulau Samber Gelap yang Tiada Duanya


Pulau Samber Gelap, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru, foto dari @pangeran_sasat

Letak Pulau Samber Gelap dan Pulau Birah-Birahan sebenarnya cukup berdekatan. Tepatnya berada di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Untuk mengunjungi pulau ini, kamu bisa memulai perjalananmu dengan menyewa sebuah speedboat dari Pelabuhan Samudera, Kabupaten Batulicin. Jarak tempuhnya sekitar 2 jam perjalanan. Tapi, kalau kamu berangkatnya dari pusat Kota Banjarmasin, maka kamu memerlukan waktu yang lebih lama lagi, yakni sekitar 12 jam perjalanan. Ohya, kami sarankan agar kamu berkunjungnya pas di bulan April, Mei, Oktober, November, atau Desember, ya. Karena, pada saat itu anginnya cukup bersahabat.
Sesampainya di pulau ini, kamu akan mendapati pasir pantai yang lembut serta gelombang ombak yang tidak terlalu besar. Keadaan air lautnya pun cukup jernih, dan pemandangan bawah lautnya pun mengagumkan sekali, maka tak mengherankan jika tempat ini menjadi favorit para penyuka diving dan snorkeling. Menariknya lagi, di sini juga terdapat tempat konservasi penyu. Cukup lengkap, kan? Ohya, untuk biaya masuknya pun cukup murah, yakni sebesar Rp. 10.000,00/ orang.

6. Pulau Sirang Riam: Suguhan Pemandangan Alam yang Menjanjikan


Pulau Sirang Riam, Riam Kanan, Aranio, Banjar, Kalimantan Selatan, foto dari @hasbimaulidanii

Pulau Sirang Riam sebenarnya adalah sebuah danau yang dijadikan tempat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk mencukupi kebutuhan listrik se-Kecamatan Aranio. Namun, karena lokasinya bagus banget, maka tempat ini pun disulap menjadi sebuah obyek wisata alternatif. Dari pusat Kota Banjarmasin, lokasinya bisa kamu tempuh  dengan estimasi waktu sekitar 45 menit perjalanan menuju ke Banjarbaru. Kemudian, ikuti saja papan penunjuk arah menuju ke Riam Kanan, dan lanjutkan perjalananmu menuju Kecamatan Karang Intan, Aranio, sampai mentok habis jalannya (butuh waktu sekitar 45 menit perjalanan). Setelah itu, sampai deh di lokasi.
Istimewanya, di sini terdapat banyak kelotok (perahu) yang disewakan untuk berkeliling danau. Berbagai spot bisa kamu sambangi, mulai dari Pulau Pinus, Pulau Sirang, hingga ke Pulau Batu. Untuk mencapainya, kamu hanya butuh waktu sekitar  30 menit perjalanan dengan menggunakan perahu kelotok tersebut. ohya, harga sewa per-kelotoknya dibandrol dengan harga Rp. 300.000,00 – Rp. 400.000,00. Besar kecilnya harga ditentukan dari caramu menawar, Genks. Maka belajarlah menawar sebelum berkunjung ke sini. Oke? ;)

Kedua, Sambangi Pula Berbagai Danau Banjarmasin yang Kece Abis!

7. Nikmati Pesona Sunset di Danau Baruh Bahinu


Danau Baruh Bahinu, Balangan, foto dari @wahyu.ds

Seperti namanya, Danau Baruh Bahinu terletak di Desa Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Danau ini sebenarnya merupakan kawasan rawa-rawa yang cukup luas. Tapi sayangnya, sebagian besar permukaannya ditutupi oleh tanaman eceng gondok dan berbagai tanaman air lainnya. Di sini juga terdapat sebuah jembatan kayu dan beberapa pelataran beratap yang menyerupai dermaga. Di tempat itulah biasanya para kawula muda setempat menghabiskan waktunya untuk menyaksikan sunset/ matahari terbenam. Karena memang, tempat ini menyuguhkan pemandangan yang romantis abis. Selain itu, kamu juga bisa menyewa sebuah perahu bebek untuk mengelilingi kawasan ini. Masih kurang apa lagi, coba? Ohya, untuk memasuki obyek wisata ini, kamu diwajibkan untuk membayar mahar sebesar Rp. 10.000,00. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya parkirnya.

8. Danau Biru Pengaron: Lokasi yang Cocok Buat Bersantai


Danau Biru Pengaron, foto dari @dadangabdussyahid

Dulunya, Danau Biru Pengaron merupakan area pertambangan batu kapur yang terletak di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, area tambang ini kemudian disulap menjadi sebuah tempat wisata alternatif yang mempunyai keunikan tersendiri. Bahkan, saking terkenalnya, danau ini pun menjadi ikut-ikutan hits dan terpampang di media-media sosial seperti di Instagram maupun Twitter dan Facebook. Di kawasan ini kamu akan mendapati tebing-tebing batuan kapur dan sebuah danau yang terbentuk karena adanya proses pertambangan. Menariknya lagi, air di danau ini berwarna agak kebiru-biruan, sehingga akan sangat cantik bila dipandang. Untuk memasuki obyek wisata ini, kamu hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 5000,00 (motor) dan Rp. 10.000,00 (mobil).

9. Manjakan Matamu di Danau Seran yang Aduhai


Danau Cempaka, Tiung, Banjarbaru, foto dari @yunusalfjrn

Di Kabupaten Banjarbaru terdapat sebuah Danau yang cukup unik dan memukau, namanya Danau Seran, atau juga disebut sebagai Danau Cempaka. Danau ini terletak di Jalan Guntung Manggis (Jalur Trikora, Banjarbaru). Secara kasat mata, danau ini memang terlihat kecil. Namun, hal itu tidak membuat surut minat para wisatawan untuk mengunjugi obyek wisata ini. Mengapa? Karena dulunya, danau ini terbentuk akibat bekas pendulangan intan yang dilakukan oleh warga setempat dan PT. Galuh Cempaka. Dan karena sejarah itulah, maka tempat ini pun selalu ramai dikunjungi.

10. Danau Nes 12: Area Bekas Tambang yang Menggetarkan Hati


Danau Nes 12, Binuang, Kalimantan Selatan, foto dari @mnoorikhsan_

Danau Nes 12 terletak di Jalan Ahmad Yani, Km. 12, Binuang, Kalimantan Selatan. Seperti danau-danau lainnya, Danau Nes 12 ini pun terbentuk karena adanya proses penambangan. Jadi singkatnya, danau ini dulunya merupakan sebuah area pertambangan. Tapi karena aktivitas tersebut telah dihentikan, maka tempat ini pun disulap dan dijadikan sebagai obyek wisata alternatif. Oke, untuk akses jalan menuju ke lokasi ini pun masih cukup buruk, karena kamu harus melewati beberapa area pertambangan yang sering dilewati oleh truk-truk besar. Keadaan jalannya pun masih berupa tanah-tanah kapur yang cukup tandus. Tapi tenang, Genks. Setelah sampai di lokasi, semua perjuanganmu itu akan terbayar lunas, kok. Kamu cukup membayar dengan harga Rp. 5000,00 untuk memasuki kawasan ini.

Ketiga, Kita Akan Berpetualang Menyusuri Bukit-Bukit di Banjarmasin yang Menawan!

11. Melihat Pemandangan Pantai dari Puncak Bukit Labak Naga


Bukit Lebak Naga via zainalhakimmsc.blogspot.co.id

Bukit Labak Naga yang terletak di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut ini memang lagi ramai-ramainya diperbincangkan di sosmed. Udah banyak banget muda-mudi hits yang mem-posting tempat ini ke Instagram atau media lainnya. Maka tak heran kalau tempat ini menjadi primadona dadakan yang selalu dipenuhi oleh wisatawan. Ya, bukit ini mempunyai view yang cuku kece, terdiri dari rumput-rumputan nan hijau dan pemandangan pantai serta pulau datu yang terlihat dari puncak bukit. Udaranya pun cukup sejuk, bahkan kawasan ini juga sering diselimuti kabut. Oleh karena itu, bawalah jaket kalau kamu gak tahan sama udara dingin. Untuk memasuki obyek wisata ini, kamu diharuskan membayar mahar seharga Rp. 5000,00/ orang.

12. Mumpung Masih di Kawasan yang Sama, Sekalian Aja Bergeser ke Bukit Birah


Bukit Birah, Desa Kandangan Lama, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, foto dari @habibie_boy

Sebenarnya, lokasi bukit ini masih satu jalur dengan Bukit Labak Naga, yakni terletak di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Eh, btw kenapa nama kecamatannya beda, ya? Jawabannya, karena memang wilayahnya dibagi menjadi dua. Yang satu masuk di Kecamatan Panyipatan, yang satunya lagi masuk di Kecamatan Pelaihari. Untuk view-nya sebenernya masih sama, sih. Tapi bedanya, tempat ini punya bukit yang berbentuk seperti rumah Teletubies. Pokoknya cantik banget deh kalau dipotret dalam kamera. Kami jamin, kamu gak akan nyesel jika bertandang ke tempat ini.

13. Tenangkan Dirimu di Bukit Langgara yang Sunyi


Bukit Langgara foto dari @evanfr

Bukit Langgara terletak di Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Pendakian bisa kamu mulai dari pos penjagaan pertama (tempat penitipan kedaraan). Dari tempat tersebut, kamu harus menempuh perjalanan dengan melewati jalan setapak bebatuan. Untuk sampai ke puncak, kamu butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan. Berhati-hatilah, karena dari awal trekking sampai ke lokasi, kamu akan menemui beberapa tanjakan yang cukup curam dan licin. Kami sarankan juga agar kamu memakai sepatu atau sandal gunung yang nyaman dipakai. Nah, sesampainya di puncak bukit, kamu akan disuguhi pemandangan alam yang memukau, terdiri dari aliran sungai dan tebing-tebing batu yang kece untuk berfoto.

14. Nikmati Pulau Sirang Riam (Riam Kanan) dari Sudut Bukit Matang Kaladan


Bukit Matang Kaladan, Desa Tiwingan Lama, foto dari @mnoorikhsan_

Satu lagi kawasan bukit yang lagi booming di Instagram. Namanya Bukit Matang Kaladan, atau juga sering disebut dengan nama Bukit Tiwingan. Lokasinya terletak di Desa Tiwingan Lama, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Atau tepatnya, berada di samping Pelabuhan Tiwingan. Yap, dari atas bukit ini, kamu bisa menyaksikan pemandangan ciamik berupa gugusan pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitar danau Riam Kanan. Untuk memasuki kawasan ini, kamu harus membayar biaya masuk seharga Rp. 10.000,00. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya parkir kendaraan. Cukup murah sih untuk menikmati pemandangan yang luar biasa. So, kapan kamu mau jalan-jalan ke sini, Genks?!

20 SURGA TERSEMBUNYI DI YOGYAKARTA

1. Awali perjalananmu dengan berburu matahari terbit di Puncak Suroloyo.

Pemandangan di Puncak Suroloyo
Pemandangan di Puncak Suroloyo via solehudin91.blogspot.com
Gak perlu jauh-jauh mendaki gunung buat menikmati matahari terbit di atas awan. Puncak Suroloyo yang terletak di Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, DIY, ini menawarkan pesona matahari terbit dengan hamparan awan yang gak kalah keren dari gunung-gunung yang terkenal di Yogyakarta. Dari gardu pandang tertinggi di 1.019 mdpl, kamu bisa memandang empat gunung—Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro—serta Candi Borobudur yang kadang tertutup kabut dari kejauhan.
Mendapatkan pemandangan indah di Puncak Suroloyu tentu bukan tanpa usaha. Kamu mesti menapaki sekitar 290 anak tangga untuk sampai ke puncaknya. Oh iya, menurut legenda, tempat ini dulunya merupakan lokasi di mana Raden Mas Rangsang mendapatkan wangsit untuk melakukan tapa kesatriyan. Raden Mas Rangsang tak lain adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma, orang yang menjadi penguasa tanah Jawa.

2. Nikmati indahnya pantulan senja dari Permukaan Waduk Sermo di Kalibiru, Kulon Progo.

Kalibiru dengan latar Waduk Sermo.
Kalibiru dengan latar Waduk Sermo. via twitter.com
Masih di kawasan Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, ada satu tempat indah yang sangat cocok untuk menikmati tenggelamnya senja. Kalibiru adalah nama sebuah desa sekaligus hutan wisata yang terletak di kecamatan Kokap, Kulonprogo. Karena kepedulian warga dalam menjaga salah satu sumber penghidupan mereka, Kalibiru menjadi lokasi ekowisata menarik yang terpelihara dengan baik.
Di tempat ini, kamu bisa menikmati trekking dengan latar pepohonan hijau. Untuk menyambangi Kalibiru, kamu hanya dikenai tarif 3 ribu rupiah saja. Ada tempat yang asyik buat berfoto di sini, yaitu sebuah platform kecil dari kayu yang terletak di atas pohon pinus. Untuk naik ke atasnya, kamu mesti mendaki tangga bambu. Dari sini, Waduk Sermo tampak jelas di kejauhan. Tunggulah sampai senja tiba dan memantulkan cahaya keemasan di permukaan waduk.

3. Temukan romantisme senja yang manis berbalut kesempatan memacu adrenalin di Bukit Parang Endog.

Pemandangan dari Bukit Parang Endog
Pemandangan dari Bukit Parang Endog via diasporaiqbal.blogspot.com
Pantai Parangtritis yang terletak di Bantul, tepatnya 27 km selatan kota Yogyakarta memang sangat terkenal. Tapi, kita gak akan membahas pantai ini. Di ujung timur Pantai Parangtritis, ada tempat keren yang biasa digunakan sebagai landasan pacu olahraga paralayang, bernama Bukit Parang Endog.
Jika kamu tertarik untuk mencoba olahraga paralayang ini, kamu bisa melakukan paralayang tandem bersama pilot berpengalaman dengan membayar sekitar 300 ribu sekali terbang. Tapi kalau enggak, tempat ini juga asyik untuk nongkrong. Dari atas bukit kamu bisa melihat keelokan Pantai Parangtritis dari ketinggian. Pemandangan sunset dari atas sini juga keren, lho!

4. Jangan lupa naik ke kaki Gunung Merapi. Kamu bisa melihat ketangguhan warga Jogja dalam menghadapi bencana di Museum Sisa Hartaku.

Museum Sisa Hartaku
Museum Sisa Hartaku via intisari-online.com
Erupsi Merapi pada akhir 2010 lalu masih menyematkan kenangan pilu di benak penduduk Desa Kepuharjo yang terletak di lereng gunung berapi paling aktif ini. Tapi, alih-alih terus meratap, Pak Riyanto mengubah sisa-sisa harta bendanya menjadi sebuah museum mungil yang menarik.
Museum Sisa Hartaku memamerkan benda-benda yang tersisa dari sergapan wedhus gembel yang ditata di puing-puing rumah Pak Riyanto. Meski sederhana, tempat ini sarat makna; ia memamerkan saksi-saksi kedahsyatan semburan awan panas yang panasnya mencapai ribuan derajat. Ada bangkai sapi yang tinggal belulang, bangkai sepeda motor, gamelan yang tampak terbakar, serta sejumlah perkakas lainnya.

5. Jajal cave tubing di Kalisuci. Ini kesempatanmu meluncur bebas menyelami indahnya perut bumi.

Cave tubing di Kalisuci
Cave tubing di Kalisuci via beautifultraveling.wordpress.com
Cave tubing adalah kegiatan susur goa menggunakan ban dalam atau body rafting melewati sungai yang terletak di dalam bumi. Belakangan ini, yang sedang naik daun adalah aktivitas cave tubing di Goa Pindul, Gunung Kidul, DIY; tempat itu selalu dipadati wisatawan. Tapi, sebenarnya ada satu lagi lokasi cave tubing yang gak kalah seru, yaitu Kalisuci,
Kalisuci terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Disebut Kalisuci karena di sini terdapat mata air—letaknya di atas aliran sungai—yang sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai mengeruh ketika musim hujan. Dengan membayar retibusi sebesar 5 ribu dan paket cave tubing sebesar 70 ribu, kamu sudah bisa menikmati petualangan menyusuri sungai di perut bumi.

6. Datangilah Candi Sambisari di Dusun Purwomartani. Tempatmu bisa napak tilas jejak peradaban Hindu Kuno yang tersohor

Candi Sambisari
Candi Sambisari via nda90history.blogspot.com
Jika kamu berkunjung ke Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY, sempatkan untuk mampir ke Dusun Sambisari yang terletak di Kelurahan Purwomartani. Ada sebuah candi Hindu kecil yang dinamai Candi Sambisari. Candi ini ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1966 di areal yang awalnya merupakan persawahan. Para ahli purbakala membutuhkan waktu 21 tahun untuk menyusun kembali batu-batu candi ini.
Yang unik, kompleks candi ini berada 6,5 meter lebih rendah dibanding tanah di sekelilingnya. Candi ini gak memiliki banyak relief atau hiasan, tapi kamu bisa melihat patung Dewi Durga, istri Dewa Siwa. Berhadapan dengan candi utama, ada tiga candi pendamping yang tidak lagi utuh. Gak ada salahnya mencoba mengunjungi situs purbakala yang cantik ini, apalagi masuknya kamu gak dipungut biaya, lho.

7. Tenangkan pikiranmu dalam kedamaian alam khas pedesaan di Curug Indah Tegalrejo, Gunung Kidul.

Curug Indah Tegalrejo
Curug Indah Tegalrejo via Instagram.com
Secara administratif. Curug Indah Tegalrejo ini terletak di Tegalrejo, ujung timur Gunung Kidul, Yogyakarta. Tapi, masyarakat setempat juga menyebutnya Curug Bayat, karena lokasinya yang berbatasan dengan daerah Bayat, Klaten. Untuk akses menuju ke tempat ini, memang jauh lebih cepat jika kamu melewati Klaten lalu belok ke selatan menuju Bayat. Dari Yogyakarta, kamu bisa sampai ke Curug Indah Tegalrejo dalam jangka waktu 1 jam, dengan menggunakan motor atau mobil.
Curug yang masih relatif minim pengunjung ini terdiri dari beberapa curug yang bertingkat dan dinaungi pepohonan hijau di kanan kirinya. Kalau kamu punya nyali, kamu bisa mencoba terjun dari atas tebing ke curug di bawahnya. Tapi hati-hati, karena curugnya cukup dangkal. Salah-salah kamu malah bisa cidera saat berlibur.
Untuk datang ke curug ini, kamu hanya dipungut biaya parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Di Curug Indah Tegalrejo suasana asri khas pedesaan akan terasa sangat kental.Kamu tidak akan sering bertemu sesama turis di sini. Justru warga sekitar dan anak-anak sekolah yang sengaja mampir untuk menyegarkan badan dengan air dari sumber mata air murni lah yang lebih sering kamu jumpai. Damai, tenang, dan tradisional. Begitulah gambaran Curug Indah Tegalrejo.

8. Nikmati surga tersembunyi yang kini sudah mulai banyak dikunjungi di Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal dengan pohon
Pantai Pok Tunggal dengan pohon durasnya. via deeluxz.blogspot.com
Gunung Kidul terkenal dengan sejumlah pantainya yang berpasir putih. Tapi, ada sebuah pantai yang unik karena tersembunyi di antara tebing-tebing karang yang terjal. Pok Tunggal, namanya.
Untuk sampai ke Pantai Pok Tunggal, kamu bisa menggunakan kendaraan atau trekking dari sisi timur Pantai Indrayanti. Di sini, terdapat sebuah pohon Duras yang menjadi ikon pantai ini. Nama Pok Tunggal pun berasal dari keberadaan Pohon Duras yang jadi vegetasi satu-satunya di sini. Pohon Duras tersebut hanya memiliki satu dasar pohon (pok), sehingga membuat penduduk sekitar menamai pantai yang ada di dekatnya dengan Pok Tunggal.
Beberapa tahun lalu, Pantai Pok Tunggal masih sangat sepi. Hampir tidak ada wisatawan yang datang ke sini. Namun kini, Pok Tunggal sudah mulai dikenal. Kalau ingin merasa pantai ini seperti pantai pribadi, jangan berkunjung ke sini saat akhir pekan — melainkan datanglah di hari kerja. Oh iya, jangan juga asal memanjat Pohon Duras yang jadi ikon pantai ini, ya. Pohon ini amat berharga maknanya bagi penduduk sekitar.

9. Jogja punya Goa Jomblang. Tempatmu bisa menilik setitik cahaya surga walaupun masih jadi manusia.

Cahaya di Goa jomblang
Cahaya di Goa jomblang via www.n-journal.com
Kalau kamu tertarik dengan wisata goa, kamu gak boleh melewatkan Goa Jomblang. Goa yang terletak di perbukitan karst Gunung Kidul ini merupakan goa vertikal yang menyimpan keunikan yang gak biasa. Untuk mencapai dasar goa kamu harus menggunakan peralatan khusus yang standar keamanannya terjaga dan didampingi oleh pemandu. Biaya wisata ke Goa Jomblang cukup mahal, sekitar Rp 450.000,00 untuk 2 orang.
Bagi yang enggan mengeluarkan uang lebih untuk menyewa alat atau sudah punya alat sendiri, ada baiknya kamu melancarkan teknik single rope dulu sebelum berkunjung ke sini. Sebab turunan yang harus kamu lalui untuk masuk ke gua cukup ekstrim.
Waktu yang paling baik untuk mengunjungi goa ini adalah sekitar pukul 10.00-12.00, karena posisi matahari sedang tinggi sehingga kamu bisa melihat ‘cahaya surga’. Di dalam goa ini juga terdapat hutan purba yang memiliki vegetasi unik. Keindahan goa ini dijamin bikin kamu terkagum-kagum. Cuma di Goa Jomblang kamu bisa merasakan sekelumit sensasi surga walau masih berstatus sebagai manusia.

10. Jika kamu merasa Jogja terlalu terik, berbeloklah ke daerah selatan. Ada Hutan Pinus Mangunan di Dlingo, Bantul.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan via alamkuindahsekali.blogspot.com
Jogja sekarang kok rasanya makin panas, ya? Nah, hutan pinus Mangunan ini cocok banget buat kamu yang ingin melarikan diri sejenak dari teriknya matahari Yogyakarta. Terletak di daerah perbukitan di daerah Dlingo, Bantul, hutan ini menawarkan kesejukan serta pemandangan yang jarang kamu temukan di tempat lain. Makanya, tempat ini sering dijadikan lokasi pemotretan atau sekadar hunting foto. Puas berfoto, kamu juga bisa meneruskan perjalanan ke kebun buah Mangunan yang letaknya tak jauh dari sini.

11. Sesapi sejuknya Air Terjun Sri Gethuk, Gunung Kidul.

Sesapi sejuknya Sri Gethuk
Sesapi sejuknya Sri Gethuk via marlindwinastiti.wordpress.com
Pesona Gunung Kidul memang luar biasa. Siapa sangka di daerah kering ini ada air terjun yang sangat indah? Air terjun Sri Gethuk terletak di ngarai Sungai Oya yang membelah Desa Wisata Bleberan. Di antara tebing-tebing karst, air terjun Sri Gethuk mengalir tanpa henti. Di bawahnya, terdapat bebatuan yang membentuk undak-undakan, menambah kesan unik dan mewah dari tempat ini.
Konon, tempat ini merupakan tempat penyimpanan kethuk atau instrumen gamelam milik Jin Anggo Meduro, makanya tempat ini dinamakan Sri Gethuk. Agar bisa menikmati tempat ini, kamu cukup membayar 35 ribu rupiah yang sekaligus menjadi tiket terusan ke Goa Rancang Kencono.

12. Buat kamu yang suka olah raga, coba deh menjajal pengalaman lain dengan panjat tebing di Pantai Siung

Jajal juga panjat tebing di Pantai Siung
Jajal juga panjat tebing di Pantai Siung via usemayjourney.wordpress.com
Tebing-tebing curam yang mengelilingi Pantai Siung menjadi daya tarik tersendiri bagi tempat ini. Bagi pecinta olahraga panjat tebing, Pantai Siung itu surga. Tak heran, karena tebing-tebing ini dimanfaatkan menjadi jalur panjat tebing yang cukup dikenal. Di pantai ini, ada sekitar 250 jalur panjat tebing yang bisa kamu jajal. Gak hanya itu, dari salah satu puncak tebing, kamu bisa melihat panorama Pantai Siung dengan laut menghampar di kejauhan.

13. Saat malam tiba, nikmati pendar lampu kota Jogja dari atas Bukit Bintang.

Nikmati pendar city light Jogja dari Bukit Bintang
Nikmati pendar city light Jogja dari Bukit Bintang via www.kaskus.co.id
Jika kamu tertarik dengan pemandangan lampu kota Jogja di malam hari, ada tempat sempurna buat kamu singgahi. Terletak di Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di Bukit Pathuk, Gunung Kidul, kamu bisa melihat panorama kota Yogyakarta di malam hari dari ketinggian 150 meter. Di tempat ini, berjajar sejumlah warung makan di tepi jurang yang menawarkan aneka makanan dengan harga ringan.
Sembari menikmati jagung bakar dan segelas minuman hangat, kamu akan dimanjakan oleh lampu kota Jogja yang berpendar dengan manisnya dari bawah sana. Datanglah ke Bukit Bintang di awal senja, bawalah orang yang kamu cinta. Kemudian nikmati kerlap-kerlip lampu kota yang mulai menyala bersama. Ah, surga ternyata sangat sederhana…..

14. Rasakan sensasi sandboarding di gumuk pasir Parangkusumo. Untuk menjajal gumuk pasir, kamu bisa ke Jogja atau harus melancong jauh ke Meksiko.

Sandboarding di Yogyakarta
Sandboarding di Yogyakarta via travel.detik.com
Meluncur dengan snowboard di Jogja mungkin adalah hal yang mustahil. Tapi, Jogja punya wilayah gumuk pasir satu-satunya di Indonesia yang bisa kamu gunakan untuk olahraga sandboarding. Letaknya di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Asal kamu tahu, lahan gumuk pasir cuma ada dua di dunia. Satu lagi terdapat di Meksiko.
Di gumuk pasir ini, kamu bisa menjajal serunya menuruni bukit dengan papan luncur. Jangan mengira ini mudah lho. Kamu harus bisa menjaga keseimbangan kalo gak mau tergelincir konyol. Gak usah takut duluan, olahraga ini aman kok dimainkan pemula.

15. Mau adu nyali? Coba naik gondola tradisional di Pantai Timang.

Gondola di Pantai Timang
Gondola di Pantai Timang via www.panduanwisatajogja.com
Satu lagi pantai di Gunung Kidul yang wajib kamu sambangi karena keunikannya. Sekilas, Pantai Timang serupa dengan pantai-pantai Gunung Kidul lainnya. Yang menarik, di atas tebing ada gondola tradisional yang dikaitkan tali dengan pancang kayu yang dipasang di sela-sela karang. Gondola ini digunakan nelayan untuk berburu lobster yang ada di pulau karang bernama Pulau Panjang di seberang pantai.
Kamu pun bisa mencoba menaiki gondola kayu ini menyeberangi ganasnya ombak di bawahnya sambil menantang maut. Setelah sampai di atas karang, kamu bisa melihat kumpulan nelayan lobster yang sedang sibuk dengan jalanya masing-masing.
Tapi jangan khawatir dengan keamanan gondola ini. Pihak pengelola rutin melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kelayakan gondola. Jika kamu berniat menjajal sensasi gondola tradisional Pantai Timang, kamu pun wajib konfirmasi dulu pada pihak pengelola minimal 1 hari sebelumnya. Nah, gimana, berani?

16. Buat kamu yang suka seni, Jogja menawarkan kesempatan untuk menyelami karya-karya abadi pelukis Affandi.

Salah satu sudut museum Affandi
Salah satu sudut museum Affandi via www.affandi.org
Bagi kamu yang punya ketertarikan dengan karya seni, wajib menyambangi tempat yang satu ini. Di Museum Affandi inilah, dipajang ratusan koleksi lukisan karya Affandi semasa hidupnya. Museum ini gak jauh dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Laksda Adisucipto 167, terletak di pinggir Kali Gajah Wong.
Selain galeri lukisan, museum ini juga memajang barang-barang koleksi pribadi milik Affandi. Untuk memasuki museum Affandi, kamu cukup membayar 20 ribu saja. Harga yang sebenarnya jauh sangat murah jika dibandingkan dengan kepiawaian Affandi menghasilkan mahakarya abadinya.

17. Jelajah bantaran Kali Code sembari bertegur sapa dengan warganya. Di sini kamu akan menemukan sisi lain kota Jogja.

Bantaran Kali Code yang kini terus berbenah
Bantaran Kali Code yang kini terus berbenah via oktavianiheni.blogspot.com
Dari kaki Gunung Merapi, Kali Code membelah Yogyakarta sampai bermuara di pantai selatan. Tentu gampang banget menjumpai aliran sungai ini saat kamu berkeliling Jogja. Tapi, gak banyak yang tahu kalau Kali Code kini juga menjadi destinasi wisata alternatif yang cukup menarik.
Kawasan Code sempat menjadi daerah kumuh yang tidak layak huni. Namun, atas inisiatif Almarhum Romo Mangun, Code dibangun menjadi kawasan bantaran sungai yang tertata dan layak ditinggali. Bahkan kini setiap tahun digelar Festival Kali Bersih yang jadi pertanda bahwa Code akan tetap terus berbenah sampai kapan pun.
Kalau sudah bosan berputar-putar di destinasi wisata yang itu-itu saja, coba deh susuri aliran Kali Code melewati perkampungan warga yang berada di bantaran sungai. Akses jalan sepanjang Kali Code bisa kamu manfaatkan buat jogging atau wisata susur sungai. Kalau mau melihat wajah lain dari Code, Kampung Wisata Jetisharjo yang berada di Jalan Sarjito bisa jadi tujuan kamu selanjutnya.

18. Mengenal proses pembuatan gula di Pabrik Gula Madukismo.

Pabrik Gula Madukismo
Pabrik Gula Madukismo via agnazgeograph.wordpress.com
Tertarik dengan wisata agro industri? Kalau begitu, jangan lupa sambangi Pabrik Gula Madukismo yang berada di Kasihan, Bantul. Setiap musim giling—biasanya pada bulan Mei–September—kamu bisa mengikuti tur untuk melihat dari dekat mesin-mesin produksi serta proses pembuatan gula di pabrik ini.
Gak hanya itu, ada juga ritual menarik yang dilaksanakan warga sekitar dan karyawan pabrik. Upacara yang disebut ritual Cembengan ini bertujuan memohon doa restu agar proses penggilingan berjalan dengan lancar. Selama ritual, kamu dapat melihat kirab tebu temanten dan berbagai acara kesenian lainnya seperti pasar malam, jathilan dan wayang kulit semalam suntuk.

19. Baurkan diri dalam keriaan pasar malam Sekaten. Main bianglala dan ombak banyu bisa membangkitkan kenangan kebahagiaan sederhana dari masa kecilmu.

Pasar malam Sekaten Yogyakarta
Pasar malam Sekaten Yogyakarta via wisata.kompasiana.com
Jika kebetulan kamu main ke Jogja saat perayaan Sekaten digelar, datanglah ke alun-alun utara tanpa pikir panjang. Di tempat ini, ada pasar malam Sekaten yang menawarkan suasana pesta rakyat yang meriah. Ada puluhan wahana seru yang bisa kamu coba, mulai dari kora-kora, bianglala, ombak banyu, rumah hantu, sampai melihat para daredevil beruji nyali di tong stand. (mungkin maksudnya tong stunt kali, ya).
Pasar malam ini juga menawarkan aneka jajanan yang bisa mengganjal perutmu yang lapar setelah berputar-putar. Tempat ini juga pas banget buat kamu yang pengen berburu pakaian bekas. Tapi, gak cuma pakaian bekas, yang baru juga banyak, lho. Pokoknya pasar ini lengkap, deh!

20. Mau menikmati Jogja ala mahasiswa? Jelas pasar tumpah Sunday Morning UGM tempatnya!

Surga wisata belanja di Jogja tak cuma di Pasar Beringharjo. Coba deh bangun pagi di hari Minggu dan sambangi daerah Lembah UGM, tepatnya di sepanjang Jalan Notonagoro, Bulaksumur, Yogyakarta. Kamu akan menemukan pasar tumpah yang cuma buka pada hari Minggu. Pasar dadakan ini terkenal dengan sebutan Sunmor yang merupakan akronim dari Sunday Morning.
Di Sunmor, kamu bisa menemukan ratusan pedagang menggelar dagangannya di pinggir jalan. Barang-barang yang dijajakan mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris, pernak-pernik kamar kos, sampai aneka jajanan untuk mengisi perut-perut yang belum sempat sarapan. Jika hari sudah semakin siang, siap-siap aja berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya, karena tempat ini gak pernah sepi.
Sumpah deh, di Sunmor hampir semua barang kebutuhan sehari-hari bisa kamu temui. Cuma jodoh aja yang nggak ada di sini.

15 DESTINASI DI KLUNGKUNG BALI TIMUR

15 Tempat Wisata Di Klungkung, Pesona Alami Keindahan Bali Timur